You are currently viewing Mengapa Terjadi Banjir dan Tanah Longsor di Tawangmangu?

Mengapa Terjadi Banjir dan Tanah Longsor di Tawangmangu?

Advertisements

Indonesia sebagai Negara Tropis dan memiliki karakteristik curah hujan yang tinggi, menyebabkan beberapa wilayah di Indonesia rawan dengan bencana banjir dan tanah longsor.
Kabupaten Karanganyar baru ini dilanda banjir dan tanah longsor yang tersebar di 3 Kecamatan yaitu Jatiyoso, Karangpandan, dan Tawangmangu pada Sabtu 5 Desember 2020. Hasil penelitian yang pernah dilakukan oleh Budiarti et al (2018) potensi kerawanan bencana banjir dilihat dari aspek biofisik dapat terlihat pada interpretasi peta berikut:

Peta Administrasi Kecamatan Di Kabupaten Karanganyar
Peta Persebaran Tingkat Kerawanan Banjir di Kecamatan Kabupaten Karanganyar

Kejadian banjir dan tanah longsor yang terjadi di Jatiyoso, Karangpandan, dan Tawangmangu pada Sabtu 5 Desember 2020 sebenarnya tidak termasuk dalam kategori rawan bencana banjir tetapi mengapa bisa terjadi banjir dan tanah longsor diwilayah tersebut?

Banjir dan longsor terjadi pada 3 Kecamatan di Karanganyar disebabkan oleh curah hujan dengan durasi lama dan intensitas yang tinggi, serta ketiga Kecamatan tersebut ada di dataan tinggi repat di dekat lereng Gunung Lawu.

Advertisements

Proses awal bencana terjadi di tiga Kecamatan Jatiyoso, Karangpandan, dan Tawangmangu diawali dari longsor terlebih dahulu. Potensi bahaya bencana tanah longsor sangat besar di 3 Kecamatan tersebut karena melihat dari lokasi dan karakteristik lereng yang curam serta curah hujan yang tinggi. Longsor yang terjadi akan disusul dengan bencana lain yaitu banjir hal tersebut bisa terjadi karena aliran air yang tertutup oleh longsoran sehingga pergerakan air terganggu menyebabkan 3 Kecamatan tersebut mengalami bencana banjir dan tanah longsor.

Kesimpulannya bahwa mitigasi bencana tanah longsor dan banjir perlu disosialisasikan serta dilakukan sebuah penangan yang serius dari pemerintah dan masyarakat agar beberapa variabel yang menjadikan potensi bencana longsor dan banjir dapat diminimalisir.

Daftar Pustaka

Advertisements

Budiarti, W., E. Gravitiani, dan Mujiyo, 2018. Analisis Aspek Biofisik dalam Penilaian Kerawanan di Sub DAS Samin Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan.Vol. 8 No. 1 (April 2018): 96-108.

Advertisements