Atmosfer

Advertisements

Pengertian Atmosfer

Atmosfer itu berasal dari bahasa Yunani yakni “Atmos“ yang berarti “uap air atau gas” serta “Sphaira“ yang berartikan “selimut”. Jadi Atmosfer tersebut dapat diartikan ialah sebagi lapisan gas yang menyelimuti suatu planet, termasuk juga bumi, dari permukaan planet itu sampai jauh di luar angkasa dengan ketebalan ialah kurang lebih 1.000 km dari permukaan bumi serta juga bermassa 59 x 1014 ton. Di Bumi, atmosfer tersebut terdapat dari ketinggian 0 km dari permukaan tanah, sampai dengan sekitar 560 km dari atas permukaan pada bumi.

Lapisan Atmosfer  terdiri dari berbagai macam gas. Gas – gas tersebut adalah:

  1. Nitrogen (N2) sebanyak 78,08%
  2. Oksigen (O2) sebanyak 20,95%
  3. Argon (Ar) sebanyak 0,93%
  4. Karbondiosida (CO2) sebanyak 0,034%
  5. Unsur – unsur lain (Neon, helium, ozon, hidrogen, krypton, metana dan xenon)

Ciri Lapisan Atmosfer

  1. Berada pada ketinggian 0 – 560 Km di atas permukaan tanah
  2. Terdiri dari gas, debu dan uap air
  3. Tidak berwarna, berwujud, berbau namun dapat dirasakan dalam bentuk angin
  4. Menyebabkan tenakan karena memiliki berat
  5. Dapat mengembang dan menyusut
  6. Terdiri dari lapisan – lapisan udara dengan karakter dan fungsi yang berbeda.

Lapisan-Lapisan Atmosfer


Troposfer

Lapisan troposfer (0-18 km dpl) memiliki ciri – ciri sebagai berikut:

Advertisements
  1. Lapisan paling dekat dengan permukaan bumi
  2. Tempat kejadian fenomena iklim, seperti angin, hujan, petir, dan pelangi
  3. Ketebalan lapisan di equator sekitar 18 Km dpl dan sekitar kutub hanya 8 Km dpl
  4. 80% masa atmosfer berada di lapisan ini
  5. Terjadi gradien termometrik (penurunan suhu 0,6° C setiap kenaikan 100m)
  6. Suhu teratas troposfer -60° C sedangkan pada permukaan laut daerah tropis sekitar 27° C
  7. Terdapat lapisan tropopause (lapisan antara troposfer dan stratosfer).

Stratosfer

Lapisan stratosfer (18-60 Km dpl), memiliki ciri – ciri sebagai berikut:

  1. Terdapat lapisan ozon pada ketinggian 35 Km dpl yang bermanfaat melindungi bumi dari pancaran ultraviolet
  2. Terdapat lapisan isotermal (18-22 Km dpl) yang memiliki suhu sekitar 60°C
  3. Terdapat lapisan inversi (20-60 Km dpl)
  4. Pada lapisan ini pesawat jet terbang
  5. Terdapat lapisan stratopause (lapisan antara stratosfer dan mesosfer)

Mesosfer

Mesosfer (60 -80 Km dpl), memiliki ciri- ciri sebagai berikut:

  1. Melindungi bumi dari benda – benda luar angkasa
  2. Tempat terjadinya pembakaran benda luar angkasa
  3. Suhu bagian atas lapisan ini semakin rendah
  4. Pada ketinggian 80 Km dpl suhu mencapai -90° C (lapisan paling dingin)
  5. Terdapat lapisan mesopause (lapisan antara mesosfer dan termosfer)

Thermosfer

Termosfer (80 – 100 Km dpl),memiliki ciri –ciri sebagai berikut:

Advertisements
  1. Memiliki temperatur antara -40° C hingga -5° C
  2. Terjadi ionisasi sebagian molekul dan atom udara

Ionosfer

Ionosfer (100 – 800 Km dpl), memiliki ciri – ciri sebagai berikut:

Memiliki temperatur antara 0° C – 70° C

  1. Terjadi ionisasi seluruh atom udara
  2. Terjadi pemantulan gelombang radio pada lapisan ini

Terdapat 3 lapisan, yaitu:

  1. Lapisan E (lapisan Kennely – Heavyside)
  2. Lapisan F (terjadi pemantulan panjang – pendek gelombang radio)
  3. Lapisan atom

Eksosfer

Eksosfer (800 – 1.500 Km dpl), memiliki ciri – ciri sebagai berikut:

  1. Terjadi gerakan atom – atom secara tidak beraturan
  2. Lapisan paling panas
  3. Satelit diluncurkan pada lapisan ini
  4. Disebut juga ruang antar planet dan geostationer.

Video Lapisan Atmosfer

Troposfer

Troposfer

Stratosfer

Stratosfer

Mesosfer

Thermosfer

Eksosfer

Manfaat Lapisan Atmosfer

Kegunaan dari lapisan atmosfer sebagai berikut:

  1. Melindungi bumi dari sinar ultraviolet oleh lapisab Ozon di lapisan Stratosfer
  2. Melindungi bumi dari jatuhnya benda langit seperti meteor karena terbakar di lapisan mesosfer
  3. Membuat ramalan cuaca di lapisan troposfer
  4. Tempat menerbangkan satelit buatan manusia di lapisan thermosfer

Gejala Optik di Atmosfer

Atmosfer tersusun dari berbagai macam gas, sehingga berbagai gejala optik yang indah sering terjadi di lapisan ini. Gejala tersebut antara lain sebagai berikut:

Pelangi

Pelangi adalah gejala optik yang terjadi akibat proses pembiasan sinar matahari oleh titik – titik air hujan sehingga terurai menjadi berkas warna (spektrum warna). Warna – warna terdiri atas merah, jingga, kuning, hijau, nila, biru, ungu.

pelangi
Pelangi

Hallo

Halo adalah lingkaran sinar putih yang mengelilingi bulan atau matahari. Fenomena ini terjadi akibat proses pembiasan sinar matahari atau bulan oleh kristal – kristal es yang terkondensasi dalam jenis awan – awan tinggi.

hallo
Hallo

Sandikala

Sandikala adalah cahaya berwarna merah kekuningan yang muncul ketika matahari terbit dan terbenam.

sandikala
Sandikala

Fatamorgana

Fatamorgana adalah ilusi optik yang dihasilkan dari pembiasan cahaya melalui kepadatan yeng berbeda.

fatamorgana
Fatamorgana

Aurora

Aurora adalah pita cahaya warna warni yang terdapat di langit kutub utara dan selatan. Fenomena ini terjadi karena interaksi antara gelombang elektromagnetik matahari dan medan magnet bumi. Aurora di kutub utara disebut Aurora Borealis, sedangkan yang di selatan disebut Aurora Australis.

aurora
Aurora

Manfaat Penyelidikan Atmosfer

Penyidikan atmosfer memiliki beberapa manfaat, antara lain adalah:

  1. Melakukan prakiraan cuaca.
  2. Menyelidiki kemungkinan hujan buatan.
  3. Mengetahui penyebab gangguan radio dan televisi.

KERJAKAN LKPD MATERI KARAKTERISTIK LAPISAN ATMOSFER DENGAN KLIK TAUTAN DIBAWAH INI!


LKPD KELAS 10 MATERI KARAKTERISTIK ATMOSFER

Dinamika Atmosfer, an interactive worksheet by rifky_pongkor liveworksheets.com

Advertisements