Perkembangan Bentuk Muka Bumi

Advertisements

Perkembangan Bentuk Muka Bumi

Perkembangan Bentuk Muka Bumi terjadi karena adanya pengaruh dari tenaga endogen dan eksogen. Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi, sedangkan tenaga eksogen berasal dari luar bumi. Pengabungan Benua adalah hipotesa yang menganggap bahwa benua-benua yang ada saat ini dahulunya bersatu yang dikenal sebagai super-kontinen yang bernama pangaea.

Perkembangan Bentuk Muka Bumi berawal dari terbentuknya bumi dan pada tahun 1912-an, Alfred.L. Wegener seorang ahli klimatologi dan geofisika menerbitkan buku yang berjudul The Origin of Continent and Oceans. Alfred L Wagener mengajukan sebuah ide tentang teori apung benua, idenya berpusat pada benua-benua yang bergerak melintasi permukaan bumi.

sejarah pembentukan bumi
Sejarah Pembentukan Bumi

Proses pengapungan benua ini berjalan dalam waktu yang cukup panjang, dari zaman perm sampai menjelang akhir zaman psychozoik. Urutan Perkembangan pecahan benua tersebut adalah:

Advertisements

Awal Mula

Pada awal Perkembangan Bentuk Muka Bumi terdapat satu benua yang disebut pangea dan samudra yang disebut Panthalassa. Panthalassa kemudian terbagi menjadi samudra pasifik dan laut Tethys. Laut tethys menjadi laut mediteran dan membentuk teluk besar yang memisahkan afrika dan eurasia.

Pada zaman trias akhir

Pada zaman ini Bentuk Muka Bumi kembali mangalami perubahan, dimana Laurasia memisahkan diri dari gondowa. Gondowa membentuk India ke arah timur laut serta Afrika dan Amerika Selatan ke arah barat.

Pada periode Yura

Bentuk Muka Bumi kembali mangalami perubahan dimana Mulai terbentuknya Samudera Atlantik utara dan India serta Samudera Atlantik selatan berupa celah.

Advertisements

Pada periode kapur akhir

Bentuk Muka Bumi kembali mangalami perubahan di zaman ini. Samudra Atlantik selatan mulai meluas, terdapat celah yang memisahkan Madagaskar dan Afrika, Australia Masih bergandengan dengan Atlantik.

Pada periode kenozoik

Perubahan Bentuk Muka Bumi yang terjadi di zaman ini adalah India telah menempel di Asia. Australia telah berpisah dari Antartika oleh celah Atlantik Utara yang akhirnya masuk ke dalam Samudera Arktik. Laurasia terpecah menjadi Amerika Utara dan Eurasia.

Bukti bukti tentang adanya super-kontinen Pangaea didukung oleh fakta fakta sebagai berikut:

Kesamaan Garis Pantai

Beberapa kesamaan garis pantai yaitu:

  • Kesamaan garis pantai antara Benua Amerika bagian selatan dan Benua Afrika. Apabila kedua benua tersebut disatukan, garis pantainya akan serasi satu sama lain.
  • Garis pantai Benua Amerika Utara bagian timur mempunyai persamaan dengan garis Pantai Eropa bagian barat.
  • Benua Afrika mempunyai persamaan yang mencolok dengan Asia bagian barat. Hal ini menimbulkan persepsi bahwa kedua garis yang sama tersebut dulunya daratan yang berimpitan.
kesamaan garis pantai
Kesamaan Garis Pantai

Persebaran Fosil

  1. Diketemukannya fosil-fosil yang berasal dari binatang dan tumbuhan yang tersebar luas dan terpisah di beberapa benua :
  2. Fosil Cynognathus, suatu reptil yang hidup sekitar 240 juta tahun yang lalu dan ditemukan di benua Amerika Selatan dan benua Afrika.
  3. Fosil Mesosaurus, suatu reptil yang hidup di danau air tawar dan sungai yang hidup sekitar 260 juta tahun yang lalu, ditemukan di benua Amerika Selatan dan benua Afrika.
  4. Fosil Lystrosaurus, suatu reptil yang hidup di daratan sekitar 240 juta tahun yang lalu, ditemukan di benua benua Afrika, India, dan Antartika.
  5. Fosil Clossopteris, suatu tanaman yang hidup 260 juta tahun yang lalu, dijumpai di benua benua Afrika, Amerika Selatan, India, Australia, dan Antartika.
persebaran fosil
Persebaran Fosil

Kesamaan Jenis Batuan

Jalur pegunungan Appalachian yang berada di bagian timur benua Amerika Utara dengan sebaran berarah timur laut dan secara tiba-tiba menghilang di pantai Newfoundlands, terpotong oleh Samudera Atlantik. Pegunungan yang umurnya sama dengan pegunungan Appalachian juga dijumpai di British Island dan Scandinavia. Kedua pegunungan tersebut apabila diletakkan pada lokasi sebelum terjadinya pemisahan / pengapungan, kedua pegunungan ini akan membentuk suatu jalur pegunungan yang menerus. Terdapat kesamaan hal jenis dan struktur batuan di benua-benua pada kedua sisi Samudera Atlantik.

kesamaan jenis batuan
Kesamaan jenis Batuan

Iklim Purba

Para ahli kebumian juga telah mempelajari mengenai ilklim purba, di mana pada 250 juta tahun yang lalu diketahui bahwa belahan bumi bagian selatan pada zaman itu terjadi iklim dingin, di mana belahan bumi bagian selatan ditutupi oleh lapisan es yang sangat tebal, seperti benua Antartika, Australia, Amerika Selatan, Afrika, dan India. Endapan yang ditinggalkan oleh lapisan es purba ini masih dapat dikenali, alur-alur dan lekuk lekuk batuan yang ada di bawahnya menunjukkan arah pergerakan lapisan es purba tersebut. Selain Antartika, semua daratan dibagian bumi selatan sekarang terletak di dekat ekuator. Sebaliknya, benuabenua dibelahan bumi utara tidak menunjukkan bekas-bekas jejak glasiasi purba tersebut. Fosil-fosil tanaman menunjukkan adanya sisa-sisa iklim tropis. Bukti ini sulit dijelaskan dalam konteks benua yang tidak bergerak karena wilayah iklim ditentukan oleh garis lintang setempat. Namun bila benua-benua digabung seperti yang dikemukakan Wegener, wilayah glasiasi akan menyatu dengan rapi di dekat Kutub Selatan, arah aliran es purba dapat dijelaskan dengan mudah. Pola glasiasi purba dipertimbangkan sebagai bukti kuat pergeseran benua.

iklim purba
Iklim Purba

Paleomagnetisme

Suatu metode yang digunakan untuk mengetahui medan magnet purba adalah dengan cara menganalisis beberapa batuan yang mengandung mineral yang kaya akan unsur besinya yang dikenal sebagai fosil kompas dan hal ini dikenal paleomagnetisme. Data paleomagnetisme dari batuan-batuan yang berumur 200 juta tahun di Amerika Utara dan Eurasia menunjukkan adanya dua kutub magnet utara yang terletak pada jarak beberapa ribu kilometer dari kutub geografi saat ini. Dengan cara mengembalikan posisi semula melalui pengapungan benua, benua-benua tersebut akan menyatu sebagai bagian dari Benua Super Pangea pada 200 juta tahun yang lalu.

paleogamagnetisme
Paleogamagnetisme

Skala Waktu Geologi

Prakambrium

Bumi berdasarkan pengetahuan terbaru dibentuk pada 4560 Ma (million years ago) Kambrium dimulai pada 542 Ma (Geologic Time Scale 2004 – Gradstein et al., 2004). Maka, pra-Kambrium berlangsung dari 4560542 Ma, atau meliputi sekitar 7/8 sejarah Bumi. Sungguh pun demikian, betapa sedikitnya pengetahuan kita tentangnya. Kurun Fanerozoikum (Phanerozoic) 542 Ma-sekarang adalah kurun biostratigrafi, dimulai dengan melimpahnya fosil akibat Cambrian Explosion terus sampai ke zaman Kenozoikum.

prakambrium
Prakambrium

Pembagiannya ke dalam masa, zaman, kala, dan tingkat (stage, pembagian internasional) adalah didasarkan kepada biostratigrafi. Sementara itu, pembagian waktu pra-Kambrium didasarkan kepada geokronometri isotop-isotop radioaktif pada mineral, batuan, dan kerak yang ditemui.

Zaman Arkeozoikum

Masa Arkeozoikum (Arkean) artinya Masa Kehidupan Purba, yang terjadi antara 4500 – 2500 juta tahun yang lalu. Arkeozoikum adalah suatu eon geologi sebelum Proterozoikum yang berakhir 2500 juta tahun yang lalu. Bersama dengan masa Proterozoikum, masa Arkeozoikum dikenal sebagai masa pra-kambrium.

Batas ini tidak ditentukan secara stratigrafi melainkan secara kronometri. Titik awal masa ini tidak secara resmi diakui oleh International Commission on Stratigraphy, tapi biasanya dianggap berlangsung sejak 3800 juta tahun yang lalu, di akhir eon Hadean. Arkeozoikum (Arkean) terdiri dari empat era, berturut-turut dari yang paling awal: Eoarkean, Paleoarkean, Mesoarkean, dan Neoarkean.

Zaman Arkeozoikum merupakan masa awal pembentukan batuan kerak bumi yang kemudian berkembang menjadi protokontinen. Jadi kerak bumi terbentuk setelah pendinginan bagian tepi dari “balon bumi” (bakal calon bumi). Plate tectonic / Lempeng tektonik yang menyebabkan gempa itu terbentuk pada masa ini. Lingkungan hidup masa itu tentunya mirip dengan lingkungan disekitar mata-air panas.

Batuan masa ini ditemukan di beberapa bagian dunia yang lazim disebut kraton / perisai benua. Batuan tertua tercatat berumur kira-kira 3.800.000.000 tahun. Masa ini juga merupakan awal terbentuknya Indrorfer dan Atmosfer serta awal muncul kehidupan primitif di dalam samudera berupa mikro-organisma (bakteri dan ganggang). Fosil tertua yang telah ditemukan adalah fosil Stromatolit dan Cyanobacteria dengan umur kira-kira 3.500.000.000 tahun.

Zaman Proterozoikum

Zaman Proterozoikum berada pada periode antara 2500 – 290 juta tahun yang lalu. Proterozoikum artinya masa kehidupan awal. Masa Proterozoikum merupakan awal terbentuknya hidrosfer dan atmosfer. Pada masa ini kehidupan mulai berkembang dari organisme bersel tunggal menjadi bersel banyak (enkaryotes dan prokaryotes).  Enkaryotes ini akan menjadi tumbuhan dan prokaryotes nantinya akan menjadi binatang.

Menjelang akhir masa ini organisme lebih kompleks, jenis invertebrata bertubuh lunak seperti ubur-ubur, cacing dan koral mulai muncul di laut-laut dangkal, yang bukti-buktinya dijumpai sebagai fosil sejati pertama.

Zaman Arkeozoikum dan zaman Proterozoikum, bersama-swama dikenal sebagai zaman Pra -kambrium.

2. Paleozoikum

Zaman Kambrium (590-500 juta tahun lalu)

Endapan yang terbentuk pada zaman kambrium banyak mengandung jasad-jasad fosil archaecyata dan binatang Trilobit Olenellus.

Batuan pada zaman prekambrium bercirikan endapan gamping yang mengandung banyak pirit, sedimen pasir, lempung, dan kaya fosil. Pada zaman ini tidak terdapat batas iklim nyata, iklim pada saat itu cenderung hangat.

Zaman Ordovisium (500-440 juta tahun lalu)

Munculnya beberapa hewan vertebrata seperti landak laut, bintang laut, Bryozona, Tetrakoral dan Graptolit.

Pada zaman dari ordovisium ini dicirikan oleh munculnya ikan tanpa rahang (hewan bertulang belakang paling tua masa ordovisium) dan beberapa hewan bertulang belakang ordovisium yang muncul pertama kali seperti tetrakoral, graptolit, ekinoid (Landak Laut), Asteroid (bintang laut), Krinoid (lili laut) dan Bryozona. Koral dan Alga berkembang membentuk karang, dimana tempat trilobit dan brakiopoda mencari mangsa. Graptolit dan trilobit jumlahnya melimpah, sedangkan echinodermata dan brachiopoda mulai menyebar. Meluapnya samudera dari jaman es merupakan bagian peristiwa dari zaman paleozoikum pada ordovisium tersebut. Pada jaman ordovisium saat itu, Gondwana dan benua-benua lainnya mulai menutup celah samudera yang berada di antaranya.

Jenis Kehidupan Ordovisium:

  • Kelompok vertebrata
  • Filum brachiopoda
paleozoikum
Zaman Paleozoikum

Zaman Silur (440-410 juta tahun lalu)

Beberapa kelompok binatang diperkirakan muncul pada zaman ini, diantaranya hewan vertebrata. kalajengking raksasa, ikan berahan dan tumbuhan paku mulai hidup.

Zaman silur merupakan waktu peralihan kehidupan air ke darat pada masa paleozoikum. Tumbuhan darat di periode dari paleozoikum ini mulai muncul pertama kalinya termasuk Pteridofita (tumbuhan paku). Sedangkan kalajengking raksasa (Eurypterid) pada masa paleozoikum perioede ini hidup bebrburu di dalam laut. Ikan berahang mulai muncul pada zaman ini dan banyak ikan mempunyai perisai tulang sebagai pelindung. Selama periode silur, deretan pegunungan mulai terbentuk melintasi Skadinavia, Skotlandia dan Pantai Amerika Utara. Dicirikan dengan adanya fauna yang lebih luas.

Jensi Kehidupan Silur:

  • Kelompok vertebrata
  • Trilobite/trilobita: dimana perkembangan pada jaman kambrium dan punah pada jaman ini.

Zaman Devon (410-360 juta tahun lalu)

Pada zaman ini terjadi perkembangan yang pesat pada tumbuhan darat dan beberapa jenis ikan.

Zaman Devon merupakan jaman paleozoikum dimana perkembangan besar-besaran jenis ikan dan tumbuhan darat. Ikan berahang dan ikan hiu semakin aktif sebagai pemangsa di dalam lautan. Serbuan ke daratan masih terus berlanjut selama jaman ini. Hewan amfibi berkembang dan beranjak menuju daratan. Tumbuhan darat semakin umum dan muncul serangga untuk pertama kalinya. Samudera menyempit sementara benua Gondwana menutupi Eropa, Amerika Utara dan Greenland.

Jenis kehidupan devon:

  • Filum Brachiopoda
  • Filum Coelenterata
  • Golongan Amonit
  • Golongan vertebrata: ikan dan amfibi

Zaman Karbon (360-290 juta tahun lalu)

Di zaman ini, hewan reptil mulai meletakkan telurnya di daratan. Serangga-serangga mulai bermunculan dan jumlah binatang amfibi mulai semakin banyak.

Nama karbon diambil dari sifat sistem yaitu timbulnya sejumlah besar karbon bebas. Era karbon tidak hanya dipisahkan dengan nyata dari jaman-jaman yang lain oleh pembentukan pegunungan tetapi juga oleh adanya perkembangan flora dan faunanya. elama jaman karbon, golongan vertebrata antara lain reptilia dan amfibi berkembang dengan baik, telah muncul pada jaman devon dan mengalami perkembangan pada zaman karbon. Munculnya fusulinoida yang termasuk filum protozoa dan selain itu anggota dari Bryozoa penting selama masa waktu karbon seperti paku-pakuan.

Reptilia paleozoikum muncul pertama kalinya dan dapat meletakkan telur di luar air. Serangga raksasa muncul dan ampibi meningkat dalam jumlahnya. Pohon pertama muncul, jamur Klab, tumbuhan ferm dan paku ekor kuda tumbuh di rawa-rawa pembentuk batubara. pada jaman ini benuabenua di muka bumi menyatu membentuk satu masa daratan yang disebut Pangea, mengalami perubahan lingkungan untuk berbagai bentuk kehidupan. Di belahan bumi utara, iklim tropis menghasilkan secara besar-besaran, rawa-rawa yang berisi dan sekarang tersimpan batubara.

Jenis kehidupan karbon:

  • Fosil Fusulina di Sumatera
  • Fossil Brachiopoda di Jayawijaya

Zaman Perm (290-250 juta tahun lalu)

Tumbuhan konifer dan grikgo promitif juga mulai tumbuh. Akan tetapi zaman ini berakhir dengan kepunahan misca, triblit, koral dan banyak jenis ikan yang punah.

“Perm” sendiri berasal dari nama sebuah propinsi tua di dekat pegunungan Ural, Rusia. Reptilia masa ini meningkat dan serangga modern mulai muncul. Begitu juga tumbuhan konifer dan Griko primitif. Hewan Ampibi menjadi kurang begitu berperan. Jaman Perm diakhiri dengan kepunahan misca dalam skala besar, Trilobit, banyak ikan dan koral menjadi punah. Benua Pangea bergabung bersama dan bergerak sebagai satu massa daratan, Lapisan es pada Zaman Perm menutup Amerika Selatan, Antartika, Australia dan Afrika, membendung air dan menurunkan muka air laut. Iklim Perm yang kering dengan kondisi gurun pasir mulai terbentuk di bagian utara bumi. 

Jenis kehidupan Perm:

  • Anggota fusulina, Cephalopoda, Brachiopoda, trilobita
  • mulai tampak perkembangan jenis vertebrata dan insecta serta jenis flora
  • Golongan vertebrata
  • Golongan Amphibia

Mesozoikum

Mesozoikum adalah salah satu dari tiga era geologi pada eon Fanerozoikum. Pembagian waktu menjadi era ini diawali oleh Giovanni Arduino pada abad ke-18, walaupun nama asli yang diberikannya untuk Mesozoikum adalah Sekunder (menjadikan era modern menjadi Tersier). Era yang berlangsung antara Paleozoikum dan Kenozoikum ini sering pula disebut Zaman Kehidupan Pertengahan atau Zaman Dinosaurus, mengikuti nama fauna yang dominan pada masa itu.

Mesozoikum ditandai dengan aktivitas tektonik, iklim, dan evolusi. Benua-benua secara perlahan mengalami pergeseran dari saling menyatu satu sama lain menjadi seperti keadaannya saat ini. Pergeseran ini menimbulkan spesiasi dan berbagai perkembangan evolusi penting lainnya. Iklim hangat yang terjadi sepanjang periode juga memegang peranan penting bagi evolusi dan diversifikasi spesies hewan baru. Pada akhir zaman ini, dasar-dasar kehidupan modern terbentuk.

Mesozoikum berlangsung kurang lebih selama 180 juta tahun, antara 250 hingga 65 juta tahun yang lalu. Era ini dibagi menjadi tiga periode: Trias, Jura, dan Kapur.

mesozoikum
Zaman Mesozoikum

Zaman Trias (250-210 juta tahun lalu)

Amonit menjadi umum serta Gastropoda dan Bivalvia jumlahnya meningkat Hewan dinosaurus dan reptil laut berukuran besar mylai muncul. Tumbuhan sikada mirip tumbuhan palem berkembang dan Konifer menyebar. Hewan reptilia banyak hidup di air misalnya kura-kura dan penyu.

Terias Zaman Trias adalah suatu zaman dalam skala waktu geologi yang berlangsung antara 250 – 210 juta tahun yang lalu. Zaman ini berlangsung setelah Permian dan diikuti oleh Jura. Awal dan akhir zaman Trias masing-masing ditandai dengan peristiwa kepunahan besar. Peristiwa kepunahan yang mengakhiri zaman Trias baru-baru ini berhasil ditentukan waktunya secara lebih akurat, tapi sebagaimana halnya dengan zaman geologi lain yang lebih tua, lapisan batuan yang mencirikan awal dan akhir teridentifikasi dengan baik, tapi waktu persis awal dan akhir periode ini memiliki ketidakpastian sebanyak beberapa juta tahun.

Semasa zaman Trias, kehidupan laut dan daratan menunjukkan sebaran adaptif yang dimulai dengan biosfer yang sangat miskin setelah peristiwa kepunahan zaman Permian-Trias. Karang dari kelompok Zoantharia muncul untuk pertama kalinya. Tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae) mungkin mulai berkembang pada periode Trias, seperti juga vertebrata terbang pertama, pterosaurus.

zaan trias
Zaman Trias

Zaman Jura (210-140 juta tahun lalu)

Amonit dan Bekemnit sarta tumbuhan kenifer menjadi umum. Sementara itu Benefit dan Sequola jumlahnya sangat banyak. Dinosaurus merajai daratan, Ichtiyosaurus menguasai lautan dan Pterosaurus menguasai udara.

Zaman jura adalah zaman kejayaan Dinosaurus yang menguasai daratan, sedangkan lautan dikuasai reptilia laut seperti Ichthyosaurus dan Plesiosaurus, sedangkan di angkasa dikuasai reptilia terbang seperti Pterosaurus serta Pterodactyl. Burung sejati pertama (Archaeopteryx) mulai muncul. Berbagai je nis buaya mulai berkembang, sedangkan Amonit dan Belemnit menjadi sangat umum. Tumbuhan Ginko, Benetit dan Sequoia melimpah dan konifer menjadi umum. Pada zaman ini benua Pangea terpecah, dimana Amerika Utara terpisah dari afrika, sementara Amerika Selatan melepaskan diri dari antartika dan australia. di Indonesia pernah ditemukan fosil gigi Ichthyosaurus di pulau seram (yang dahulunya masih berupa lautan), yaitu sejenis reptil laut yang hidup sezaman dengan Dinosaurus.

zaman jura
Zaman Jura

Zaman Kapur (140-65 juta tahun lalu )

Di jaman ini dinosaurus dan reptil terbang merajai wilayah bumi. Selainn itu mamalia beari-ari mulai ada. Mamalia dan tumbuhan yang memeiliki bunga mulai berkembang pesat. Adanya iklim sedaang dan india mulai memisahkan diri dari benua Afrika. Akhir zaman ini ditandai dengan punahnya dinosaurus, Amonit dan Belemnit.

Periode Kapur atau Cretaceous adalah salah satu periode pada skala waktu geologi yang bermula pada akhir periode Jura dan berlangsung hingga awal Paleosen atau sekitar 145.5 ± 4.0 hingga 65.5 ± 0.3 juta tahun yang lalu. Periode ini merupakan periode geologi yang paling lama dan mencakup hampir setengah dari era Mesozoikum. Akhir periode ini menandai batas antara Mesozoikum dan Kenozoikum.

Periode ini ditandai sebagai suatu periode terpisah pertama kali oleh ahli geologi Belgia, Jean d’Omalius d’Halloy, pada tahun 1822 dengan menggunakan stratum di Basin Paris dan mendapat namanya berdasarkan banyaknya lapisan kapur (kalsium karbonat yang terbentuk olehcangkang invertebrata laut, terutama coccolith) yang ditemukan pada periode Kapur Akhir di Eropa daratan dan Kepulauan Britania.

Zaman ini merupakan puncak kejayaan Dinosaurus raksasa dan reptilia terbang. Mamalia dan tumbuhan berbunga mulai berkembang menjadi berbagai ragam dan bentuk. mamalia ber-plasenta mulai muncul pertama kali. saat itu iklim sedang mulai muncul. Pada zaman ini India terlepas jauh dari Afrika dan bergerak menuju Asia.

Zaman Kapur
Zaman Kapur

Kenozoikum

Zaman atau masa kenozoikum merupakan suatu zaman dimana mulai muncul kehidupan fauna seperti mamalia dan juga flora modern seperti tumbuhan biji modern. Pada masa ini dimulai pada 65 juta tahun yang lalu sampai sekarang. Masa kenozoikum bisa disebut juga sebagai masa modern.

kenozoikum
Kenozoikum

Masa kenozoikum sendiri terbagi menjadi 2 yaitu masa tersier dan masa kuarter. Pada masa tersier inilah mulai muncul binatang menyusui atau mamalia seperti monyet atau kera. Pada masa kuarter mulai berkembang lagi yaitu munculnya manusia. Maka dari itu pada masa ini disebut dengan masa modern.

Zaman Tersier (65-1,7 juta tahun lalu)

Dizaman ini jenis primata dan burung tak bergigi mulai berkembang. Berbagai jenis tumbuhan mulai menunjukkan variasinya sebagai upaya untuk mengikuti perubahan cuaca global. Hewan-hewan laut hampir sama dengan hewan laut yang ada saat ini.

Zaman tersier adalah istilah dari cabang ilmu geologi yang menjelaskan bumi ketika 66 juta hinga 2,58 juta tahun yang lalu. Sebagai salah satu pembabakan prasejarah, zaman tersier ini terjadi antara zaman sekunder dan kuarter. Kemudian zaman tersier terdiri dari dua zaman yaitu paleogen atau zaman tersier awal dan neogen atau zaman tersier akhir. Beberapa ilmuwan juga menambahkan awal zaman pleistosen atau tahap gelasian sebagai titik akhir zaman tersier. Di masa ini jugalah dilakukan studi terhadap batu-batu dan ternyata batuan tersier masih berhubungan kisah-kisah agama abrahamik tentang banjir besar.

Istilah zaman tersier pertama kali dipakai oleh Giovanni Arduino di pertengahan abad kedelapan belas. Berdasarkan pengamatan geologi di Italia Utara, dia membagi periode geologi menjadi tiga yaitu primer, sekunder dan tersier. Kemudian ditambahkan pula zaman keempat yaitu kuarter. Meskipun istilah zaman tersier tidak diakui oleh Komisi Internasional Stratigrafi, tapi dua kata ini masih sering digunakan oleh literatur sains. Berikut akan kita bahas zaman tersier.

Zaman Kuarter (1,7 juta tahun lalu – Sekarang)

Zaman Kuarter adalah zaman dimana adanya kehidupan manusia yang lebih sempurna. Zaman kuarter merupakan zaman yang terpenting karena mulai ada kehidupan manusia yang lebih sempurna. Zaman kuarter yang dimulai sejak kira-kira 600 ribu tahun yang lalu ini terbagi menjadi zaman Pleistosen (Dilluvium) dan Holosen (Alluvium). Kala Plistosen mulai sekitar 1,8 juta tahun yang lalu dan berakhir pada 10.000 tahun yang lalu. Kemudian diikuti oleh Kala Holosen yang berlangsung sampai sekarang.

Kala Pleitosen (1,7 juta tahun – 1000 tahun lalu)

Pada zaman ini terjadi sekitar 5 kali megalami jaman es yang menutupi daerah Asia bagian utara, Amerika bagian utara dan Eropa. Nah, diantara 5 jaman es ini terdapat 4 zaman intra glasial yang di tandai menghangatnya suhu di bumi. Kondisi fauna dan flora hampir sama dengan saat ini.

 Fosil kala ini paling banyak diperagakan, yang antara lain:

  1. Fosil gajah (Stegodon trigonocephalus MARTIN)
  2. Kerbau (Bulbalus palaeokerabau FALCONER) dari Bumiayu (Banyumas)
  3. Banteng (Bibos sp.) dari Rembang
  4. Harimau (Felis sp.) dari Watualang (Ngawi) yang berbentuk fragmen
  5. Fosil manusia purba Homo erectus dari Sangiran (Solo)

Setelah itu daratan ini akan mengalami dua kali lagi zaman glasial, sampai keadaan seperti sekarang. Pada kala Pleistosen ini hanya hewan berbulu tebal saja yang mampu bertahan hidup. Salah satunya adalah Mammouth (gajah berbulu tebal). Selain itu juga, terjadi perpindahan manusia purba dari Asia ke Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya fosil Sinanthropus pekinensis dalam jumlah besar di Peking (China) yang sejenis dengan Pitecanthropus erectus dari Trinil, Ngawi, (Jawa Timur). Bukit lainnya adalah ditemukannya alat-alat pacitan di China, Burma (Myanmar) dan Malaysia.

Sedangkan Homo wajakensis yang merupakan nenek moyang bangsa Austrolid pada masa Pleitosen Tengah dan Pleitosen Atas menyebar dari Asia ke selatan. Sebagian besar dari mereka sampai ke Benua Australia dan menurunkan penduduk asli Australia yaitu suku Aborigin.

Ciri – ciri kala pleitosen:

  1. Berlangsung sekitar 18.000.000 tahun yang lalu.
  2. Mulai muncul kehidupan.
  3. Silih bergantinya zaman Glasial dan Interglasial. Zaman glasial adalah zaman meluasnya lapisan es di kutub utara dan daerah yang jauh dari kutub mengalami hujan lebat. Permukaan air laut turun dan naiknya daratan. Zaman Interglasial adalah zaman zaman antara zaman glasial. Temperatur naik sehingga lapisan di kutub utara mencair.
  4. Hanya hewan berbulu tebal yang mampu bertahan dan hewan berbulu tipis pindah ke daerah tropis.
  5. Terjadi perpindahan manusia purba dari Asia ke Indonesia.

Zaman ini dibedakan menjadi tiga lapisan, yaitu sebagai berikut :

  1. Lapisan atas atau lapisan Ngandong.
  2. Lapisan tengah atau Lapisan Trinil.
  3. Lapisan bawah atau lapisan Jetis
Kala Holosen (1000 tahun lalu – sekarang)

Holosen adalah kala dalam skala waktu geologi yang berlangsung mulai sekitar 10.000 tahun radiokarbon, atau kurang lebih 11.430 ± 130 tahun kalender yang lalu (antara 9560 hingga 9300 SM). Holosen adalah kala keempat dan terakhir dari periode Neozoikum. Namanya berasal dari bahasa Yunani ὅλος (“holos”) yang berarti keseluruhan dan καινή (“kai-ne”) yang berarti baru atau terakhir. Kala ini kadang disebut juga sebagai “Kala Alluvium”. Kala Holosen atau alluvium, yaitu kala manusia merajai dunia, yang baru mulai 0,01 juta (10 ribu) tahun silam. Dari kala ini diperagakan sejarah budaya manusia Zaman Paleolitikum (Zaman Batu purba) sampai Zaman Neolitikum (Zaman Batu baru) yang ditemukan di Punung (Pacitan, Jawa Timur) dan Dago (Bandung, Jawa Barat).

Ciri – ciri kala holosen:

  1. Sebagian besar es di kutub lenyap dan permukaan air laut naik.
  2. Daerah-daerah dataran rendah tergenang air dan menjadi laut transgresi dan munculah pulau-pulau di Nusantara.
  3. Hewan-hewan besar seperti mastodon, mammoth, sabre-tooth, glyptodon, badak berbulu, dan giant sloth mulai menghilang.
Advertisements