Posisi Strategis Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia

Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia

Letak Indonesia yang berada diantara 2 benua yaitu Asia dan Australia membuat Indonesia bisa menjalin hubungan yang baik antara negara-negara di kedua benua tersebut. Posisi geografis membuat dua samudera Inodnesia berada di jalur lalu lintas internasional dan dapat menjadi transit jalur perdagangan dunia.

Lebih 40 persen perdagangan antarbangsa melintasi perairan Indonesia. Sebagian besar kapal-kapal niaga dunia melintasi Selat Malaka, sebagian lainnya melintasi Samudera Hindia di sebelah Barat Sumatera.


Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar menjadi poros maritim dunia. Poros maritim merupakan sebuah gagasan strategis yang diwujudkan untuk menjamin konektifitas antar pulau, pengembangan industri perkapalan dan perikanan, perbaikan transportasi laut serta fokus pada keamanan maritim.


Penegakkan kedaulatan wilayah laut NKRI, revitalisasi sektor-sektor ekonomi kelautan penguatan dan pengembangan konektivitas maritim, rehabilitasi kerusakan lingkungan dan konservasi biodiversity, serta peningkatan kualitas dan kuantitas SDM kelautan, merupakan program-program utama dalam pemerintahan Presiden Jokowi guna mewujudkan Indonesia sebagai proros maritim dunia.

Advertisements

Tantangan dalam Mewujudkan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia

Isu terkini memngenai pembangunan Terusan Kra yang memiliki panjang 102 kilometer, lebar 400 meter, dan kedalaman 20 meter itu akan bisa dibangun dalam kurun waktu 10 tahun mendatang dengan menelan anggaran 210 miliar dolar AS. Bahkan bila melibatkan teknologi nuklir dalam konstruksi, rentang waktu pembangunan bisa dipangkas menjadi 7 tahun, tapi dengan anggaran yang lebih membengkak, yakni 360 miliar dolar AS. Perlu diketahui, Thailand Kra Isthmus Canal atau yang biasa dikenal dengan sebutan Terusan Kra merupakan Terusan yang telah dirancang sejak tahun 1677 lalu saat Raja Thai Narai meminta insinyur Perancis de Lamar untuk meneliti kemungkinan membangun sebuah terusan yang bisa menghubungkan Samudera Hindia dan Laut China Selatan agar mempermudah transportasi.

Jika isu ini terealisasi maka Kemaritiman Indonesia terancam karena kapal akan memilih jalur terdekat dari pada memilih melewati Indonesia