You are currently viewing KONDISI MORFOLOGI KABUPATEN KENDAL DALAM PENENTUAN INTENSITAS BENCANA BANJIR

KONDISI MORFOLOGI KABUPATEN KENDAL DALAM PENENTUAN INTENSITAS BENCANA BANJIR

Advertisements

Banjir merupakan suatu fenomena alam yang sering terjadi pada wilayah yang berada pada bentuk lahan fluvial, terdapat bermacam banjir yaitu banjir hujan ekstrim, banjir kiriman, banjir hulu, banjir rob, dan banjir bandang. Setiap jenis banjir tersebut memiliki karakteristik yang khas. Banjir bandang adalah kejadian banjir yang singkat dalam waktu sekitar 6 jam yang disebabkan oleh hujan lebat, bendungan jebol, tanggul jebol. Banjir bandang ini dikarakterisasikan dengan cepatnya kenaikan muka air sungai/saluran. Proses kejadian banjir bandang, longsor adalah yang pertama terjadi yang dipicu oleh terjadinya hujan, selanjutnya banjir bandang merupakan kejadian berikutnya sebagai kelanjutan dari kejadian longsor (Adi, 2013), (Suharjo & Rudiyanto, 2015).

Kabupaten Kendal merupakan satu dari 35 kabupaten/kota yang berada dalam wilayah Provinsi Jawa Tengah dengan posisi astronomis berkisar antara 1090 40’ – 1100 18’ Bujur Timur dan 60 32’ – 70 24’ Lintang Selatan (BPS Kabupaten Kendal, 2020).

Morfologi Kabupaten Kendal

Secara geomorfologi Kabupaten Kendal terdiri dari dataran rendah dan dataran tinggi dengan rincian  yaitu satuan perbukitan bergelombang dan satuan dataran aluvium. Pembagian ini terutama didasarkan pada kondisi bentang alamnya (Lumbanbatu & Hidayat, 2007)

Advertisements
Peta Morfologi Kabupaten Kendal

Hidrologi Kabupaten Kendal

Pola hidrologi di Kabupaten kendal daerah aliran sungai (DAS) aliran yang berkembang di sebelah timur lebih jarang bila dibandingkan dengan kerapatan pola aliran di sebelah barat. Di sebelah timur berkembang pola aliran subparalel – paralel, sedangkan di sebelah barat dan di sebelah selatan berkembang pola aliran subdendritik – dendritik. Pola aliran paralel adalah aliran yang terbentuk oleh lereng yang curam, dikarenakan morphologi lereng terjal, maka bentuk aliran sungai akan berbentuk lurus mengikuti arah lereng. Pola aliran sungai denritik berupa percabangan pohon, Memiliki tekstur atau kerapatan sungai yang dikontrol oleh jenis batuan dan berada di dataran rendah (Lumbanbatu & Hidayat, 2007), (Utama et al., 2017)

Sistem Pola Aliran Sungai Kabupaten Kendal

Mitigasi Bencana Banjir Kebupaten Kendal

Kosep risiko bencana dapat dilihat menggunakan 3 pendekatan yaitu tingkat ancaman, kerentanan dan kapasitas. Upaya pengkajian risiko bencana pada dasarnya adalah menentukan besaran 3 komponen risiko tersebut dan menyajikannya dalam bentuk spasial maupun non spasial agar mudah dimengerti. Pengkajian risiko bencana digunakan sebagai landasan penyelenggaraan penanggulangan bencana disuatu kawasan. Penyelenggaraan ini dimaksudkan untuk mengurangi risiko bencana (BNPB No. 02, 2012)

Bencana banjir adalah bencana alam yang sebabkan peristiwa alam seperti curah hujan tinggi yang sering menimbulkan kerugian baik fisik maupun material (Somantri, 2008). Dari data kejadian banjir di Kabupaten Kendal secara beruntun dari tahun 2018 – 2020 dari BPBD Kab Kendal yaitu

Advertisements
Tabel. 1. Data Jumlah Kejdian Banjir Tiap Kecamatan di Kabupaten Kendal selama 2018-2020
Grafik 1 Data Banjir 2018-2020 di Kabupaten Kendal

Dari tingkat ancaman, kerentanan dan kapasitas yang terlihat di Kabupaten Kendal urutan Kecamatan yang memiliki tingkat risiko bencana palings sering 3 peringkat secara berurutan yaitu Kendal, Kalieungu dan Patebon. Fenomena banjir dengan morfologi sangat terlihat dari kejadian banjir yang ada di Kabupaten Kendal didominasi oleh wilayah dengan morfologi dataran rendah sebanyak 11 Kecamatan dan dataran Tinggi 4 Kecamatan.

Tabel.2. Persebaran Fenomena Banjir Berdasarkam Morfologinya

Fenomena morfologi yang ada di Kabupaten Kendal sangat terkait dengan banyak keadian banjir selama durasi 3 tahun yaitu 2018 -2020. Persebaran Kecamatan di Kabupaten Kendal dengan morfologi dataran rendah sangatlah sering terjadi banjir yaitu sebanyak 11 Kecamatan dan hanya 4 Kecamatan dengan morfologi dataran tinggi yang pernah terjadi banjir.

Daftar Pustaka

Adi, S. (2013). Karakteristik Bencana Banjir Bandang di Indonesia. Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia, 15(1), 42–51.

BNPB No. 02. Peraturan Kepala Badan Basional Penanggulangan Bencana No.02 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum

BPS Kabupaten Kendal. (2020). Kendal Dalam Angka 2020. Kendal: BPS.

Lumbanbatu, U. M., & Hidayat, S. (2007). Evaluasi awal kerentanan pelulukan / likuefaksi daerah Kendal dan sekitarnya , Jawa Tengah. Jurnal Geologi Indonesia, 2(3), 159–176.

Somantri, L. (2008). Pemanfaatan Teknik Penginderaan Jauh untuk Mengidentifikasi Kerentanan dan Resiko Banjir. Jurna Geografi GEA, 8(2).

Suharjo, & Rudiyanto. (2015). Peran Geomorfologi dalam Kajian Kerawanan Banjir di DAS Bengawan Solo. Seminar Nasional Restorasi DAS: Mencari Keterpaduan di Tengah Isu Perubahan Iklim 25 Agustus 2015, 84–95.

Utama, L., Saidi, A., Berd, I., & Mizwar, Z. (2017). Kawasan Banjir dan Pola Aliran Sungai berdasarkan Morphometri pada Daerah Aliran Sungai ( DAS ) Batang Kuranji Sumatera Barat. Prosiding Seminar Nasional Perencanaan Pembangunan Inklusif Desa Kota, 409–420.

Advertisements